Hapus Ketakutan Saat Alih Profesi

Setiap orang tentu ingin mendapatkan penghasilan yang masif dan pasif. Tapi, untuk mendapatkan semua itu bukanlah hal yang mudah. Butuh kerja keras agar bisa mewujudkannya. Bagi seorang pegawai negeri atau karyawan swasta, beralih profesi merupakan hal yang berat. Bagaimana tidak, tadinya kita bisa mendapatkan penghasilan rutin dan pasti tiap bulan. Dengan alih profesi, kepastian pendapatan tersebut bisa hilang.

Rasa takut dan keraguan tentu akan menghantui kita. Namun, kita harus mampu mengatasinya agar bisa sukses di jalan baru yang kita tempuh. Namun, bagaimana cara mengatasi ketakutan tersebut?Lanjutkan membaca

Landing Page

Apa itu Landing Page?

Landing Page adalah halaman web yang bisa dikunjungi pengunjung atau “landing“. Namun, saat berbicara dalam ranah pemasaran dan  periklanan, secara umum landing page merujuk ke halaman web yang berbeda (terpisah) dari situs utama. Atau halaman yang telah dirancang untuk  tujuan yang terfokus.

Ini berarti bahwa landing page seharusnya tidak memiliki navigasi global untuk mengikatnya ke situs web utama Anda. Hal ini untuk membatasi pilihan yang tersedia bagi pengunjung Anda, membantu membimbing
mereka menuju sasaran konversi yang diinginkan.

Kalau Anda pernah mengklik salah satu iklan, kemudian diarahkan pada sebuah halaman “kosong” atau hanya berisi penjelasan singkat dengan form, itu adalah landing page.Lanjutkan membaca

Video Marketing

Di zaman yang “serba digital”, kebutuhan akan akses internet semakin meningkat. Tak lain karena keinginan untuk tetap eksis di dunia maya, sembari mencari informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat. Bahkan menonton tv pun sudah jarang dilakukan karena banyaknya penawaran paket nonton film streaming melalui YouTube.

Hal ini pun mulai dimanfaatkan oleh sebagian kalangan, termasuk YouTube untuk mengambil keuntungan lewat iklan di video. Ya, menaruh iklan pada video seseorang atau lebih dikenal dengan istilah “Video Marketing”.Lanjutkan membaca

Skema Ponzi bukan Rezeki

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Begitu maraknya bisnis investasi yang muncul membuat masyarakat memiliki banyak pilihan dalam berinvestasi. Mulai dari investasi yang dijalankan secara online ataupun dengan promosi langsung melalui media cetak atau majalah. Satu hal yang perlu diketahui, bisnis melalui investasi banyak menggunakan skema ponzi. Skema Ponzi ini juga yang muncul pada kasus MMM dan First Travel.

Apa itu Skema Ponzi?

Adalah Charles Ponzi, pria kelahiran Parma, Italia, 1881, sangat populer lantaran konsep bisnisnya yang berbau kriminal. Skema Ponzi merupakan modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya.Lanjutkan membaca

Reksadana (Part 2)

Ini adalah lanjutan dari artikel Reksadana bagian 1.

Bentuk Hukum Reksadana

Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni:

  1. Reksa Dana berbentuk Perseroan (PT. Reksa Dana)
    suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu jenis usaha pengelolaan portofolio investasi.
  2. Kontrak Investasi Kolektif
    Dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga mengikat pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak ini Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio efek dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi investasi.

Lanjutkan membaca

Reksadana (Part 1)

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sesuai dengan slogan kami, Portal Bisnis, Investasi, Motivasi Indonesia, maka kali ini akan dibahas mengenai reksadana. Ditahun 2017, OJK dan BEI sedang gencar melakukan inklusi keuangan melalui program “Nabung Saham” serta beberapa seminar keuangan lainnya. Pembahasan mengenai pengenalan reksadana cukup panjang. Jadi, postingan ini akan dibagi dalam beberapa bagian.

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.Lanjutkan membaca

Tips Sukses Jack Ma

Miliarder dunia, Jack Ma sempat diragukan banyak orang saat mendirikan Alibaba. Namun, pria berharta Rp 555 triliun tak peduli dan akhirnya bisa membangun perusahaan besar dan mendunia.

Jack Ma mengatakan, untuk bisa sukses, orang harus menciptakan peluang, menjemput dan memanfaatkannya sebaik mungkin. “Jika Anda ingin menjalankan bisnis, jangan tunggu. (Peluang) harus buat sendiri,” kata Jack Ma di acara She Era Alibaba Group Global on Women and Entrepreneurship di Hangzhou International Expo, Hangzhou, Zhejiang, China.

Hal itu juga yang dilakukan oleh Jack Ma saat mendirikan Alibaba Group. “Waktu saya mendirikan Alibaba tidak ada logistik, tak ada e-commerce di China. Ada yang bilang tidak mungkin tapi saya coba dan saya sukses,” tambahnya.Lanjutkan membaca