7 KR – Golongan Kanan (Sesi 5)

Bertindak Cara Kiri

Berikut ini sedikit catatan tentang otak kiri:

  • Kalan Anda merancang impian pakai otak kiri, yah susah. Pasti sekedar-sekedar saja impiannya.
  • Kalan Anda menjajal inovasi pakai otak kiri, yah susah. Pasti itu-itu saja jawabannya.
  • Kalau Anda bersedekah pakaiotak kiri, yah susah. Pasti segitu-gitu saja jumlahnya.
  • Kalau Anda membuka usaha pakai otak kiri, yah susah. Pasti kebanyakan, “Hitung-hitung, tapi-tapi, kalau-kalau, jangan-jangan!”

Demikianlah, Golongan Kiri keranjingan dengan segala sesuatu yang:Lanjutkan membaca

7 KR – Golongan Kanan (Sesi 4)

Ketika Konsep Keseimbangan Direvisi…

Konsep keseimbangan memang memiliki daya pukau tersendiri. Walhasil, konsep keseimbangan otak kiri dan otak kanan berhasil menghipnotis kita. Padahal bukan keseimbangan mentah-mentah seperti itu yang disarankan. Karena, kalau kita telaah lebih lanjut:Lanjutkan membaca

7 KR – Golongan Kanan (Sesi 3)

Ketika Golongan Kanan Mengendalikan Dunia…

Dari Sabang sampai Merauke, barangkali hanya saya dan segelintir inspirator yang berpihak di kanan. Kebanyakan inspirator berpihak di kiri. Sementara sebagian inspirator memilih untuk imbang kanan-kiri. Akan tetapi, bukankah dunia ini menuntut keseimbangan? Itu betul! Makanya, pemimpin yang kanan, pengikut yang kiri. Pengusaha yang kanan, karyawan yang kiri. Generalis yang kanan, spesialis yang kiri. Penjual yang kanan, akuntan yang kiri. Imbang ‘kan!

Mari kita buktikan salah satunya. Pemimpin itu adalah Golongan Kanan:Lanjutkan membaca

7 KR – Golongan Kanan (Sesi 1)

Matematika Tuhan

Amatlah sukar memahami rezeki dengan otak kiri. Yah, ditilik dari sisi manapun, semuanya tampak serba tak masuk akal.

  • Coba hitung satu per satu, berapa pengeluaran Anda setiap bulannya.
  • Coba hitung juga, berapa pendapatan Anda setiap bulannya.
  • Apakah pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan?
  • Dan cara hidup seperti ini bisa saja sudah berlangsung lama.
  • Begitulah, rezeki itu memang tidak masuk akal. Dan kalau Anda mau membuka mata lebih lebar lagi, Anda akan tersadar, Tuhan itu memang Maha Mencukupkan.
  • Bukankah Dia yang telah menghadirkan kita ke muka bumi ini? Pastilah Dia akan bertanggung jawab untuk mencukupkan rezeki kita. Asalkan kita mau ikhtiar dan yakin. Right?
  • Memang, soal rezeki, sampai kapanpun matematika manusia tidak bakal sanggup menyamai matematika Tuhan. Right?
  • Namun demikian, dengan otak kanan, mudah-mudahan sedikit-banyak Anda dapat memahami matematika Tuhan dan memanfaatkannya.

Lanjutkan membaca

7 KR – Sepasang Bidadari (Sesi 5)

Turunnya Bidadari Kedua

“Bukan lebah jantan, melainkan lebah betinalah yang membuat sarang dan mencari makan. Dua ayat dalam Surat An-Nahl atau Surat Lebah (QS. 16: 68-69) seolah-olah mengisyaratkan ini. Di mana ayat-ayat tersebut menggunakan kata kerja femina, berkisah tentang lebah yang membuat sarang dan mencari makan”.

Kalau orang tua adalah bidadari yang pertama, lantas siapakah bidadari yang kedua? Dia adalah pasangan Anda. Menikah itu berkorelasi positif dengan rezeki. Bukan hanya mas Ippho, pengusaha kebab Hendy Setiono juga berpendapat kalau menikah itu dapat membuka pintu-pintu rezeki.Lanjutkan membaca

5 (Lima) Jenis Video untuk Membangun Branding

Menonton video melalui smartphone menjadi kegiatan yang semakin digandrungi. Bukan saja para remaja, anak-anak dan orang tua pun betah berlama-lama menyaksikan video favorit mereka. Maka tidak heran jika para pebisnis berlomba-lomba membuat video yang menarik sebagai ujung tombak marketing dan branding.

Jika Anda tertarik menggunakan video untuk melejitkan bisnis, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu jenis video yang cocok untuk branding. Hal ini dikarenakan tidak semua video dapat digunakan untuk bisnis. Jangan cuma asal viral, Anda menyebarkan video yang tidak pantas. Alih-alih melejitkan bisnis, bisa jadi malah runtuh image perusahaan yang selama ini dibangun dengan susah payah. Duh!

Berikut adalah beberapa jenis video yang cocok untuk membangun branding produk atau usaha Anda. Anda dapat membuat satu diantaranya atau semuanya sekaligus, sah-sah saja.Lanjutkan membaca