5 (Lima) Jenis Video untuk Membangun Branding

Menonton video melalui smartphone menjadi kegiatan yang semakin digandrungi. Bukan saja para remaja, anak-anak dan orang tua pun betah berlama-lama menyaksikan video favorit mereka. Maka tidak heran jika para pebisnis berlomba-lomba membuat video yang menarik sebagai ujung tombak marketing dan branding.

Jika Anda tertarik menggunakan video untuk melejitkan bisnis, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu jenis video yang cocok untuk branding. Hal ini dikarenakan tidak semua video dapat digunakan untuk bisnis. Jangan cuma asal viral, Anda menyebarkan video yang tidak pantas. Alih-alih melejitkan bisnis, bisa jadi malah runtuh image perusahaan yang selama ini dibangun dengan susah payah. Duh!

Berikut adalah beberapa jenis video yang cocok untuk membangun branding produk atau usaha Anda. Anda dapat membuat satu diantaranya atau semuanya sekaligus, sah-sah saja.Lanjutkan membaca

5 Ide Dan Peluang Usaha Di Tahun 2018

Halo, Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tahun 2018 telah memasuki quartal ke 2, tentunya pergerakan bisnis pun berubah. Mungkin Anda memiliki beberapa perencanaan usaha di tahun 2018 ini dan telah dikerjakan. Atau Anda barangkali juga belum punya ide bisnis yang akan dijalankan. Nah, ini ada beberapa ide usaha di tahun 2018 yang dapat Anda kerjakan. Ide ini belum banyak dilirik, jadi persaingannya masih sedikit.Lanjutkan membaca

Pixal Evolution Indonesia

Assalamu ‘alaikum.

Hi, apa kabar. Lama saya tidak mengupdate blog ini lantaran kesibukan saya mempersiapkan produk untuk diluncurkan di Indonesia. Produk yang saya launching berupa web-based software atau yang biasa dikenal dengan produk digital. Sesuai dengan judul postingan ini, produk tersebut adalah Pixal Evolution Indonesia.

Pixal Evolution adalah cloud based software untuk membuat banner dan grafis iklan online HTML5 yang dapat membantu meningkatkan klik dan engagement Anda. Pixal sebelumnya sudah diluncurkan di marketplace JVZoo pada Juli 2017. Ini adalah pertama kalinya Pixal diluncurkan secara resmi di Indonesia.Lanjutkan membaca

Pentingnya Pencatatan dan Laporan Keuangan untuk UMKM

Laporan Keuangan merupakan catatan formal tentang keuangan dari suatu perusahaan. Ini adalah laporan tertulis yang mengukur kekuatan finansial, kinerja, dan likuiditas perusahaan. Selain itu, laporan keuangan juga mencerminkan dampak finansial dari transaksi bisnis. Bentuk laporan keuangan yang utama meliputi bentuk laporan laba-rugi, perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas. Melalui keempat bentuk laporan keuangan tersebut dapat dianalisa kemajuan sebuah perusahaan, apakah perusahaan tersebut mengalami perkembangan yang pesat atau mengalami kebangkrutan.

Pencatatan keuangan digunakan sebagai pelaporan transaksi yang terjadi dalam harian, mingguan, dan bulanan. Hasil catatan tersebut, akan menjadi sebuah financial report bagi bisnis yang Anda miliki. Laporan tersebutlah yang menjadi acuan untuk melihat kondisi bisnis yang tengah dijalankan.Lanjutkan membaca

Tips Sukses Jack Ma

Miliarder dunia, Jack Ma sempat diragukan banyak orang saat mendirikan Alibaba. Namun, pria berharta Rp 555 triliun tak peduli dan akhirnya bisa membangun perusahaan besar dan mendunia.

Jack Ma mengatakan, untuk bisa sukses, orang harus menciptakan peluang, menjemput dan memanfaatkannya sebaik mungkin. “Jika Anda ingin menjalankan bisnis, jangan tunggu. (Peluang) harus buat sendiri,” kata Jack Ma di acara She Era Alibaba Group Global on Women and Entrepreneurship di Hangzhou International Expo, Hangzhou, Zhejiang, China.

Hal itu juga yang dilakukan oleh Jack Ma saat mendirikan Alibaba Group. “Waktu saya mendirikan Alibaba tidak ada logistik, tak ada e-commerce di China. Ada yang bilang tidak mungkin tapi saya coba dan saya sukses,” tambahnya.Lanjutkan membaca

Media Sosial Untuk Bisnis Anda

Media sosial adalah jenis media online yang mempercepat percakapan dibandingkan dengan media tradisional, yang memberikan konten namun tidak memungkinkan pembaca/ pemirsa/ pendengar berpartisipasi dalam pembuatan atau pengembangan konten. Perkembangan media sosial dalam 5 tahun terakhir sangat pesat. Indonesia bahkan menjadi pengguna Facebook ke-4 di dunia.Lanjutkan membaca

Kopdar Akbar Yukbisnis 2017

Problem UKM Go Online

  1. 57,9 juta pelaku UMKM (termasuk petani)
  2. 17 juta UKM sudah go online. (29% dari total UMKM)
  3. 75 ribu UKM sudah memiliki website. (0,44% dari 17 juta)

[sumber: BPS Indonesia 2016]

Dari 75 ribu yang telah memiliki website, sekitar 20 ribuan yang telah terkoneksi payment online. Namun demikian, belum tentu mereka melakukan pembelian secara full online.

Berdasar data diatas dan survei di lapangan:

1. UKM mayoritas adalah pedagang atau produsen. PEDAGANG; Menjualkan produk orang lain, tanpa mempedulikan merek, seperti reseller, dropshipper, dan affiliate marketer. Closing is everything. PRODUSEN; Memproduksi untuk pihak lain, tanpa membangun merek sendiri.

2. Mayoritas produsen, malas belajar pemasaran. Mayoritas pemasar online, malas memproduksi. Keduanya jarang yang naik level sebagai Brand Owner dan melakukan aktivitas ‘Branding’.

3. UKM Go online masih sebatas social media seller, belum benar-benar mengarahkan buyer belanja ‘murni online’. Tentu perlu waktu untuk mengedukasi buyer, namun kebanyakan lebih memilih membereskan di jalur chat. Alhasil, bertambahnya trafik, harus bertambah ‘armada jempol’ (CS).

4. Banjir order biasanya diikuti dengan menurunnya kualitas produk, sehingga menjadi bencana kekecewaan pelanggan.

5. Jika sudah memiliki web bisnis, pertanyaan berikutnya adalah, “Apa yang harus saya lakukan untuk menarik trafik?”.

6. Ketidakdisiplinan pada saat update produk, terutama sinkronisasi stok. Sehingga membuat pelanggan selalu tanya keberadaan stok sebelum beli. Hal ini terutama dipicu oleh orderan via offline (atau chat), tanpa melalui sistem pergudangan.

7. Ketidaksiapan bagian produksi, saat kebanjiran order. Bukan hanya karena modal, namun lebih kepada kesiapan produksi yang tidak memenuhi standar kualitas.

Solusi Keilmuan yang Diperlukan

  1. Menggeser mindset dari ‘pedagang’ ke ‘pebisnis’.
  2. Riset menemukan produk unggulan (penetrasi) dan produk jangka panjang.
  3. Manajemen kualitas produksi dan outsourcing.
  4. Menyiapkan strategi bisnis jangka panjang.
  5. Merancang strategi branding yang hemat, namun tokcer.
  6. Memperbesar konversi iklan di Facebook dan Instagram.
  7. Mengaplikasikan algoritma SEO Google terbaru, Hummingbird, pada toko online.
  8. Menggiring pelanggan semi offline ke full online.
  9. Manajemen stok; agar sinkron saat order offline dan online.
  10. Manajemen logistik; penanganan saat banjir order.

KOPDAR AKBAR YUKBISNIS 2017 akan membedah tuntas materi diatas sebagai solusi permasalahan UKM Go Online.Lanjutkan membaca