Kopdar Akbar Yukbisnis 2017

Problem UKM Go Online

  1. 57,9 juta pelaku UMKM (termasuk petani)
  2. 17 juta UKM sudah go online. (29% dari total UMKM)
  3. 75 ribu UKM sudah memiliki website. (0,44% dari 17 juta)

[sumber: BPS Indonesia 2016]

Dari 75 ribu yang telah memiliki website, sekitar 20 ribuan yang telah terkoneksi payment online. Namun demikian, belum tentu mereka melakukan pembelian secara full online.

Berdasar data diatas dan survei di lapangan:

1. UKM mayoritas adalah pedagang atau produsen. PEDAGANG; Menjualkan produk orang lain, tanpa mempedulikan merek, seperti reseller, dropshipper, dan affiliate marketer. Closing is everything. PRODUSEN; Memproduksi untuk pihak lain, tanpa membangun merek sendiri.

2. Mayoritas produsen, malas belajar pemasaran. Mayoritas pemasar online, malas memproduksi. Keduanya jarang yang naik level sebagai Brand Owner dan melakukan aktivitas ‘Branding’.

3. UKM Go online masih sebatas social media seller, belum benar-benar mengarahkan buyer belanja ‘murni online’. Tentu perlu waktu untuk mengedukasi buyer, namun kebanyakan lebih memilih membereskan di jalur chat. Alhasil, bertambahnya trafik, harus bertambah ‘armada jempol’ (CS).

4. Banjir order biasanya diikuti dengan menurunnya kualitas produk, sehingga menjadi bencana kekecewaan pelanggan.

5. Jika sudah memiliki web bisnis, pertanyaan berikutnya adalah, “Apa yang harus saya lakukan untuk menarik trafik?”.

6. Ketidakdisiplinan pada saat update produk, terutama sinkronisasi stok. Sehingga membuat pelanggan selalu tanya keberadaan stok sebelum beli. Hal ini terutama dipicu oleh orderan via offline (atau chat), tanpa melalui sistem pergudangan.

7. Ketidaksiapan bagian produksi, saat kebanjiran order. Bukan hanya karena modal, namun lebih kepada kesiapan produksi yang tidak memenuhi standar kualitas.

Solusi Keilmuan yang Diperlukan

  1. Menggeser mindset dari ‘pedagang’ ke ‘pebisnis’.
  2. Riset menemukan produk unggulan (penetrasi) dan produk jangka panjang.
  3. Manajemen kualitas produksi dan outsourcing.
  4. Menyiapkan strategi bisnis jangka panjang.
  5. Merancang strategi branding yang hemat, namun tokcer.
  6. Memperbesar konversi iklan di Facebook dan Instagram.
  7. Mengaplikasikan algoritma SEO Google terbaru, Hummingbird, pada toko online.
  8. Menggiring pelanggan semi offline ke full online.
  9. Manajemen stok; agar sinkron saat order offline dan online.
  10. Manajemen logistik; penanganan saat banjir order.

KOPDAR AKBAR YUKBISNIS 2017 akan membedah tuntas materi diatas sebagai solusi permasalahan UKM Go Online.Lanjutkan membaca

5 Kesalahan Terbesar Seorang Entrepreneur

Menjadi seorang entrepreneur mungkin merupakan salah satu pekerjaan terberat di dunia ini tapi juga setimpal dengan apa yang akan didapatkan jika berhasil. Entrepreneur adalah orang yang kreatif, punya daya juang dan semangat yang tinggi, selalu berusaha dan berdo’a, serta tidak mudah menyerah. Apapun bidang atau bisnis yang Anda geluti saat ini, sangat penting untuk mengetahui bahwa akan ada banyak sekali masalah yang akan datang melanda.

Di postingan ini, saya akan membahas 5 kesalahan terbesar seorang entrepreneur yang sering dilakukan. Tulisan ini berasal dari teman saya, Founder Alona dan BisnisAnakMuda.id, Rico Huang. Kesalahan ini harus dihindari karena dapat berakibat pada kebangkrutan (biasanya). Hindari ini jika tidak ingin bangkrut!Lanjutkan membaca

Rahasia Menjadi Entrepreneur Sukses

Di era saat ini, banyak anak muda yang tidak lagi bercita-cita menjadi seorang pegawai atau orang yang bekerja di kantor pemerintah/swasta. Mereka cenderung mencari pekerjaan lain yang lebih menantang, atau bahkan membuka lapangan pekerjaan sendiri. Menjadi entrepreneur tidak mudah, butuh keberanian pada langkah pertama. Akan ada banyak tantangan yang tentu menghadang dalam perjalanan menuju kesuksesan.

Seorang yang baru terjun ke dunia usaha tentunya memulainya dari kecil. Tentu, kita ingin agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan sukses. Nah bagaimanakah tips membangun usaha agar mencapai kesuksesan? Berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan.Lanjutkan membaca

Uang adalah Ide

meirizal-com-uangide

“Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Secara kesimpulan, uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.”

Demikianlah definisi uang menurut website terkenal, Wikipedia. Pengertian uang tersebut adalah secara umum dikenal di masyarakat. Namun, tahukah Anda, bahwa makna uang bagi seorang Entrepreneur tidak hanya berfungi sebagai alat pembayaran. Uang adalah sebuah ide, itulah makna uang bagi seorang Entrepreneur. Apa maksudnya?Lanjutkan membaca

Instagram

Saat ini, aktifitas berbagi atau sharing sudah banyak dilakukan. Entah itu berbagi cerita, pengalaman hidup, gambar menarik, foto, video, dan sebagainya. Banyak dari hal tersebut dibagikan melalui social media, seperti Facebook dan Twitter. Ada satu tempat dimana Anda bisa berbagi foto dengan cepat dan mudah. Instagram, sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri.Lanjutkan membaca

Investasi ala Joe Hartanto

Siapa yang tidak kenal Joe Hartanto? Seorang Entrepreneur dan Investor di bidang Properti. Saya juga belajar dari seorang Joe Hartanto. Beliau sering mengadakan seminar bertema “Property Cash Machine” yang selalu dihadiri banyak orang meski harganya puluhan juta. Dalam seminarnya, beliau mengajarkan kita bagaimana caranya menjadi investor properti. Nah, kali ini pak Joe Hartanto bercerita tentang pengalaman hidupnya dan tips investasi ala beliau.

Enam tahun yang lalu, saat itu saya baru saja beberapa bulan kembali dari Amerika, sebuah negeri dimana banyak para pengusaha besar menyekolahkan anak anak mereka di sana, dimana banyak para pejabat negeri kita sekarang yang dulunya bersekolah di sana, sebuah negeri yang sebagian besar masyarakat Indonesia sepanjang hidupnya hanya bisa menyaksikannya dari layar bioskop, televisi atau berita berita di mass media. Sebuah negeri impian bagi para orangtua untuk menyekolahkan anak anaknya.Lanjutkan membaca

4 Tipe Pekerja

Anda pasti pernah mengalami hal ini. Sebuah tim dibentuk, dan anda termasuk didalamnya. Tim ini bisa tim kecil dari divisi dimana anda bekerja, tim antar divisi, tim konsultan perencana, tim perayaan HUT 17 Agustus, tim Hari Besar Islam, dan sebagainya.

Beberapa kemungkinan yang terjadi adalah:
Tim terdiri dari orang-orang yang ahli di bidang masing-masing, bekerja sama saling melengkapi, dan semuanya sukses mencapai tujuan. Bisa juga terjadi tim terdiri dari orang-orang tidak kompeten sehingga tujuan tim tidak tercapai.

Yang menyedihkan adalah tim yang terdiri dari orang-orang kompeten, tapi gagal total mencapai tujuan yang diinginkan. Kondisi yang terjadi antara lain: semua anggota bicara terus & tidak ada action. Semua anggota bikin rencana terus & tidak ada wujudnya. Semua anggota tim bekerja tanpa arah dan bisa juga semua anggota tim bekerja lurus sesuai pola di masa lalu. Fenomena terakhir cukup banyak terjadi, dimanapun di dunia.Lanjutkan membaca