Smart List Building

Artikel ini saya ambil dari email yang masuk ke inbox saya. Email ini berasal dari Dewa Eka Prayoga. Artikel ini berisi tentang pentingnya membangun list building, dimana Kang Dewa terinsipirasi saat ingin menonton sebuah film di bioskop. Berikut cerita Kang Dewa:

3 bulan yang lalu Saya dan Istri pergi ke Ciwalk untuk nonton film di XXI. Film yang kami tonton tentu yang baru saja dirilis ke pasaran, yaitu Surga Yang Tak Dirindukan 2.

Saya gak akan membahas isi dan cerita filmnya. Yang ingin Saya ceritakan justru pengalaman saat kami membeli tiket film ini di XXI.

Kami: “Surga Yang Tak Dirindukan ada?”

Petugas Tiket: “Ada. Tapi tinggal di kursi bagian depan…”

Kami: “Yaudah gak apa2. 2 tiket ya…”

Petugas Tiket: “Jadinya 80 ribu mas..

Biasanya, proses transaksinya cukup begitu aja. Tapi kemarin ada yang agak berbeda, petugas tiketnya ngomong gini, sambil nyodorin CD, kertas, dan pulpen:

“Mas ini CD nya. Bisa tulis nama dan emailnya disini…”

Spontan, dalam hati Saya langsung bergumam, “Wah, mulai cerdas nih…” hehehe ^_^

Pertanyaannya, kenapa Saya mikir seperti itu?

Begini…

Saya SUFI (Suka Film) sejak 2010. Dulunya sih gak suka nonton film, cuma gara2 nonton film Habibie dan Ainun di Bioskop, jadi keterusan dan jadi kebiasaan kalau weekend. Hehe

Tapi… Selama Saya nonton film di bioskop, Saya suka penasaran, “Kok ini jamaah SUFI gak pada ditarik ya databasenya?”

Maksudnya?

Di film Surga Yang Tak Dirindukan (SYTD) ini contohnya. Dengan si petugas tiket meminta penonton menuliskan nama dan emailnya, maka otomatis database kita selaku penonton bisa mereka miliki.

Apa untungnya?

Ya jelas untung. Katakanlah pihak MD Picture garapan Manoj Punjabi ini next time mau meluncurkan film terbarunya dengan genre mirip2 film ini, maka MD tinggal infokan aja ke mereka lewat email.

Kebayang… Misalkan jumlah penonton SYTD ini menyentuh angka 5 juta, maka logikanya di film berikutnya, akan dihadiri oleh minimal 5 juta penonton. Sekali lagi, apalagi genrenya sama dan bener2 SUFI.

Nah ini bakal membentuk fans fanatik. Kenapa? Jelas2 mereka adalah penonton, alias buyer, ngeluarin duit.

Promo2 gerilya dan trailer film bisa saja diluncurkan jauh2 hari agar menarik penonton untuk datang, tapi dengan dimilikinya database email penonton, maka tentu akan lebih mudah lagi aktivitas promosinya.

Dan yang pasti, costnya akan lebih kecil, biaya akuisisi penonton dijamin lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Paling nyewa software list building dan email marketingnya, gak tahu kalau 5 juta email bulanannya bayar berapa. Hahaha… ^_^

Inilah yang Saya sebut: SMART LIST BUILDING.

Anda dengan sengaja mengumpulkan database email pembeli produk Anda dengan cara tertentu.

Di kasus film di atas, caranya dengan memberikan 1 CD GRATIS, lalu kita diminta nulis nama dan emailnya. Kita tentu gak akanprotes, wong dikasih CD GRATIS kok.

Beda cerita kalau si petugas minta kita nyuruh nulis nama dan email tanpa ngasih apa2, maka ini akan muncul kecurigaan. Kenapa? Karena tidak biasanya beli tiket film diminta databasenya. Ada apa ini? Otak reptil protes, pikiran bawah sadar gak terima.

Sekarang, apa pelajaran yang bisa dipetik untuk diterapkan dalam bisnis Anda?

Jelas.. Lakukan List Building Email Pelanggan sekarang juga.

Misalkan, Anda jualan online, apapun produknya.

Saat pengiriman produk ke pembeli, Anda bisa berikan kejutan hadiah apapun, dimana hadiahnya bisa mereka dapatkan jika mereka memasukkan nama dan emailnya ke website Anda.

Atau, Anda bisa berikan voucher diskon pembelian berikutnya dengan catatan mereka mau memberikan nama dan emailnya pada Anda.

Bahkan, sesaat sebelum pengiriman, tepatnya saat transaksi, Anda bisa kasih free gift atau penawaran menguntungkan lainnya yang bisa didapatkan jika mereka memberikan nama dan emailnya pada Anda.

Intinya, apapun caranya, Anda harus bisa mendapatkan database email mereka. Embuh piye carane…

Pertanyaan selanjutnya, apa untungnya jika kita sudah memiliki database email mereka?

Pertama, jelas kita bisa infokan pada mereka produk TERBARU via email, tanpa harus keluar biaya promosi. Daripada cuma nge-Ads mulu? Betul? Terus2an keluar uang.

Kedua, kalau mau ngiklan, misalkan di FB, Anda bisa jadikan mereka custom audience. Caranya? Upload saja alamat emailnya. Jelas2 mereka adalah HOT market, karena udah permah beli produk Anda. Buat Ads-Copy nya gak usah muter2 dan panjang2, cukup to the point saja. Enak kan? Biasanya sih konversi lebih tinggi.

Ketiga, tentu database email tersebut jika sudah diupload ke custom audience, bisa Anda jadikan LOOKALIKE nya. Ini menguntungkan, karena FB otomatis akan membantu Anda mencarikan orang2 yang sejenis karakteristiknya mirip mereka.

Saran dari Kang Dewa, mulai bangun database email Anda, apapun caranya. Kapan? Sekarang juga, sebelum kompetitor bisnis Anda memulainya lebih dulu. Sayang…

Btw, dalam mengumpulkan database calon pelanggan kita bukanlah hal yang mudah. Insya Allah di artikel berikutnya saya akan membahas bagaimana caranya agar kita bisa dengan mudah mendapatkan database email pelanggan kita.

Posted in Internet and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *