7 Elemen Landing Page yang Wajib Ada agar Lebih Efektif
Landing page bukan sekadar halaman website dengan desain yang menarik. Sebuah landing page dibuat dengan tujuan tertentu, seperti menjual produk, mendapatkan leads, mengajak pengunjung mendaftar, atau mengarahkan mereka melakukan tindakan tertentu.
Karena itu, desain yang bagus saja belum tentu membuat sebuah landing page efektif. Pengunjung perlu memahami apa yang ditawarkan, mengapa mereka membutuhkannya, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Inilah alasan mengapa memahami elemen landing page menjadi penting, terutama bagi pemilik bisnis online, freelancer, digital marketer, maupun kreator produk digital.
Landing page yang baik biasanya memiliki struktur yang membantu pengunjung bergerak dari rasa penasaran menuju tindakan. Setiap bagian memiliki fungsi masing-masing dan sebaiknya disusun berdasarkan tujuan halaman.
Lalu, apa saja elemen landing page yang wajib diperhatikan?
Apa Itu Landing Page?
Landing page adalah halaman khusus yang dirancang untuk mencapai satu tujuan atau tindakan tertentu dari pengunjung.
Berbeda dengan homepage yang biasanya memberikan berbagai informasi dan navigasi mengenai sebuah website, landing page cenderung memiliki fokus yang lebih spesifik.
Misalnya, sebuah landing page dapat dibuat untuk:
- Menjual produk digital.
- Mempromosikan jasa.
- Mengumpulkan email.
- Mendaftarkan peserta webinar.
- Menawarkan kursus online.
- Mengarahkan pengunjung melakukan pembelian.
- Mengundang orang mencoba sebuah layanan.
Karena memiliki tujuan yang lebih terarah, struktur landing page perlu dibuat dengan mempertimbangkan perjalanan pengunjung dari awal hingga tindakan yang diharapkan.
Untuk itu, setiap elemen landing page harus dirancang secara strategis agar mampu membimbing pengunjung menuju konversi.
1. Headline yang Jelas dan Menarik
Headline merupakan salah satu elemen landing page pertama yang dilihat pengunjung ketika membuka halaman.
Dalam waktu singkat, pengunjung perlu mengetahui apa yang ditawarkan dan apa manfaat utamanya.
Headline yang terlalu umum dapat membuat pengunjung tidak memahami tujuan halaman.
Contohnya, daripada hanya menulis:
Solusi Digital Terbaik untuk Anda
headline dapat dibuat lebih spesifik:
Buat Landing Page Profesional Tanpa Harus Mendesain dari Nol
Headline kedua memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai manfaat yang ditawarkan.
Headline tidak harus panjang. Yang lebih penting adalah jelas, relevan dengan target audiens, dan berorientasi pada manfaat.
Sebagai elemen landing page yang paling menonjol, headline yang kuat dapat meningkatkan peluang pengunjung untuk terus membaca dan akhirnya melakukan tindakan.
Subheadline dapat digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan apabila headline belum cukup menjelaskan penawaran.
2. Penawaran atau Value Proposition
Setelah menarik perhatian melalui headline, elemen landing page berikutnya yang berperan penting adalah penjelasan mengenai mengapa pengunjung harus mempertimbangkan penawaran tersebut.
Bagian ini sering disebut value proposition.
Value proposition menjawab pertanyaan sederhana:
“Apa manfaat yang saya dapatkan jika menggunakan produk atau layanan ini?”
Misalnya sebuah template landing page dapat menawarkan manfaat seperti:
- Menghemat waktu.
- Tidak perlu membuat desain dari nol.
- Struktur halaman sudah tersedia.
- Mudah dikustomisasi.
- Dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis.
Fokuslah pada manfaat bagi pengguna, bukan hanya daftar fitur.
Fitur menjelaskan apa yang dimiliki produk.
Manfaat menjelaskan mengapa fitur tersebut penting bagi pelanggan.
Keduanya dapat digunakan bersama agar penawaran lebih mudah dipahami.
3. Visual Produk atau Demonstrasi
Landing page membutuhkan elemen visual yang membantu pengunjung memahami produk atau layanan.
Untuk produk digital, misalnya, Anda dapat menampilkan:
- Screenshot produk.
- Mockup.
- Preview template.
- Contoh penggunaan.
- Before-and-after.
- Tampilan halaman pada desktop dan mobile.
Visual dapat membantu mengurangi keraguan karena pengunjung dapat melihat gambaran produk sebelum mengambil keputusan.
Untuk template Elementor, misalnya, preview desain dapat menunjukkan bagaimana tampilan landing page setelah template diterapkan.
Hal ini jauh lebih informatif dibandingkan hanya mengatakan bahwa produk memiliki “desain profesional”.
Namun, visual sebaiknya tetap relevan dengan produk. Jangan menggunakan gambar dekoratif yang justru membuat halaman terlihat ramai tanpa memberikan informasi tambahan.
Kualitas elemen landing page yang satu ini juga turut memengaruhi kesan profesional halaman secara keseluruhan.
4. Benefit dan Fitur Utama
Pengunjung yang tertarik biasanya ingin mengetahui lebih jauh mengenai apa yang akan mereka dapatkan.
Karena itu, landing page perlu menjelaskan fitur dan manfaat utama secara ringkas.
Misalnya sebuah template landing page dapat memiliki fitur:
- Desain responsif.
- Struktur halaman siap digunakan.
- Section yang dapat dikustomisasi.
- Kompatibel dengan Elementor.
- Cocok untuk berbagai jenis bisnis.
Tetapi jangan hanya menumpuk daftar fitur.
Hubungkan setiap fitur dengan manfaatnya.
Contohnya:
Responsive Design
Tampilan dapat menyesuaikan berbagai ukuran layar sehingga pengunjung tetap mendapatkan pengalaman yang baik melalui perangkat desktop maupun mobile.
Dengan pendekatan tersebut, pengunjung tidak hanya mengetahui apa yang mereka dapatkan, tetapi juga memahami mengapa hal tersebut berguna.
5. Social Proof atau Bukti Kepercayaan
Tidak semua pengunjung langsung percaya pada sebuah produk atau layanan.
Elemen landing page yang berfungsi mengatasi masalah ini adalah social proof, yang dapat membantu mengurangi keraguan tersebut.
Bentuknya dapat berupa:
- Testimoni pelanggan.
- Rating.
- Jumlah pengguna.
- Review.
- Logo klien.
- Studi kasus.
- Hasil penggunaan produk.
Namun, gunakan bukti yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Jangan membuat testimoni, angka pengguna, atau klaim hasil hanya untuk membuat landing page terlihat lebih meyakinkan.
Jika produk masih baru dan belum memiliki banyak pelanggan, Anda tidak perlu memaksakan social proof.
Sebagai gantinya, Anda dapat memperkuat kepercayaan melalui informasi produk yang jelas, preview yang lengkap, kebijakan yang transparan, dan identitas penjual yang mudah ditemukan.
6. Call to Action yang Jelas
Landing page pada akhirnya ingin mengarahkan pengunjung melakukan suatu tindakan.
Tindakan tersebut dapat berupa:
- Buy Now
- Get the Template
- Download Now
- Start Free Trial
- Book a Consultation
- Join Now
- Get Started
Inilah fungsi Call to Action atau CTA.
CTA sebaiknya terlihat jelas dan menggunakan kata-kata yang menggambarkan tindakan yang ingin dilakukan.
Hindari CTA yang terlalu umum jika ada pilihan yang lebih spesifik.
Misalnya, untuk produk digital:
Get Your Template
dapat terasa lebih jelas daripada:
Submit
CTA juga sebaiknya tidak hanya muncul sekali jika landing page cukup panjang. Setelah menjelaskan manfaat, fitur, atau bukti kepercayaan, CTA dapat kembali ditampilkan ketika pengunjung sudah mendapatkan informasi yang cukup untuk mengambil keputusan.
7. FAQ untuk Mengatasi Keraguan
FAQ atau Frequently Asked Questions merupakan salah satu elemen yang sering diremehkan dalam landing page.
Padahal, bagian ini dapat membantu menjawab pertanyaan yang mungkin muncul sebelum pembelian.
Untuk produk digital, pertanyaan yang dapat dijawab misalnya:
Apakah produk dapat diedit?
Apakah template membutuhkan Elementor Pro?
Bagaimana cara mendapatkan produk setelah pembelian?
Apakah template dapat digunakan untuk beberapa website?
Apakah tersedia bantuan jika mengalami masalah?
Pertanyaan FAQ sebaiknya berasal dari kebutuhan nyata calon pelanggan.
Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin kecil kemungkinan pengunjung meninggalkan halaman hanya karena tidak menemukan jawaban atas pertanyaan sederhana.
Meskipun sering diabaikan, elemen landing page yang satu ini efektif menutup keraguan terakhir pengunjung sebelum memutuskan bertindak.
Bagaimana Menyusun 7 Elemen Landing Page?
Ketujuh elemen landing page tersebut sebenarnya tidak harus berdiri sendiri.
Semuanya dapat disusun menjadi sebuah alur yang membantu pengunjung memahami penawaran.
Contoh struktur sederhananya:
Headline
↓
Value Proposition
↓
Visual / Preview Produk
↓
Benefit & Fitur
↓
Social Proof
↓
CTA
↓
FAQ
↓
CTA
Struktur tersebut bukan aturan yang harus diterapkan secara mutlak pada setiap landing page.
Urutannya dapat disesuaikan dengan jenis produk, target audiens, harga, tingkat kompleksitas penawaran, dan tujuan halaman.
Yang terpenting adalah setiap bagian memiliki fungsi dan membantu menjawab pertanyaan pengunjung.
Landing Page Tidak Harus Dibuat dari Nol
Salah satu tantangan ketika membuat landing page adalah memulai dari halaman kosong.
Anda harus menentukan layout, memilih section, mengatur tipografi, menentukan spacing, membuat CTA, memasukkan visual, dan memastikan semuanya terlihat baik pada berbagai ukuran layar.
Bagi orang yang tidak memiliki pengalaman desain web, proses tersebut dapat memakan cukup banyak waktu.
Di sinilah template landing page dapat menjadi alternatif yang praktis.
Template memberikan struktur dan desain awal sehingga pengguna tidak harus membangun seluruh halaman dari nol.
Pengguna kemudian dapat menyesuaikan:
- Teks.
- Gambar.
- Warna.
- Font.
- Logo.
- CTA.
- Produk.
- Informasi bisnis.
Dengan demikian, template bukan berarti pengguna tidak perlu memahami landing page.
Sebaliknya, template dapat menjadi starting point untuk membangun halaman yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Elementor dan Template Landing Page
Elementor menjadi salah satu pilihan populer untuk membangun halaman WordPress secara visual.
Salah satu keunggulannya adalah pengguna dapat mengatur berbagai bagian halaman tanpa harus menulis seluruh kode secara manual.
Bagi pengguna yang ingin menghemat waktu, menggunakan template yang sudah memiliki struktur desain dapat menjadi pilihan yang menarik.
Template dalam format JSON juga dapat digunakan sebagai bagian dari workflow tersebut, selama format dan kompatibilitasnya sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Namun, sebelum membeli atau menggunakan template Elementor, penting untuk memperhatikan kompatibilitas, versi Elementor, kebutuhan plugin, lisensi, dan instruksi penggunaan.
Informasi tersebut sebaiknya dijelaskan dengan jelas oleh penjual agar calon pembeli mengetahui apa yang mereka dapatkan.
Kesimpulan
Landing page yang efektif bukan hanya tentang tampilan yang cantik.
Halaman tersebut perlu membantu pengunjung memahami apa yang ditawarkan, manfaatnya, alasan untuk mempercayainya, dan tindakan yang perlu dilakukan.
Tujuh elemen landing page yang penting untuk diperhatikan adalah:
- Headline yang jelas dan menarik
- Value proposition
- Visual produk atau demonstrasi
- Benefit dan fitur utama
- Social proof atau bukti kepercayaan
- Call to Action yang jelas
- FAQ
Tidak semua landing page harus memiliki struktur yang persis sama. Namun, prinsip dasarnya tetap sama: hilangkan kebingungan, komunikasikan nilai, dan arahkan pengunjung menuju tindakan yang jelas.
Bagi Anda yang ingin membuat landing page tanpa menghabiskan waktu membangun setiap bagian dari halaman kosong, template dapat menjadi salah satu solusi praktis. Dengan struktur elemen landing page yang sudah tersedia, Anda dapat lebih fokus pada konten, penawaran, branding, dan kebutuhan audiens.
🎯 Tidak ingin Membuat Landing Page dari Nol?
Gunakan template landing page Elementor yang sudah memiliki struktur desain siap dikustomisasi. Pilih template yang sesuai dengan kebutuhan Anda, impor ke website, lalu sesuaikan teks, gambar, warna, dan elemen lainnya dengan brand Anda.
👉 Lihat ratusan template landing page koleksi kami
Dengan template yang tepat, proses membuat landing page dapat menjadi lebih cepat sehingga Anda dapat lebih fokus pada produk, penawaran, dan pelanggan.
Jelajahi artikel lainnya di MeiRizal.com untuk menemukan berbagai panduan dan perspektif seputar bisnis online, teknologi, AI, dan peluang digital.
