Extreme List Building

Ini adalah artikel ke-2 dari email Kang Dewa mengenai List Building, setelah pada artikel pertama menjelaskan mengenai Smart List Building.

Entah kapan tepatnya (Saya lupa), tapi Saya mulai membangun list (database) ketika tahun 2013. Saat itu, media yang digunakan hanyalah BlackBerry (waktu masih rame-ramenya). Dan Saya memiliki 18 Pin BB dengan total lebih dari 20.000 kontak. Alhamdulillah, karena hal tersebut, Saya bisa tembus omset 100 juta pertama pasca kebangkrutan.

Kalau saat itu Anda berteman dengan Saya di BlackBerry tersebut, Anda pasti sering nerima Broadcast Message dari Saya langsung.

Kesel? Pasti…

Bosen? Bisa jadi…

Terlebih, saat itu konten yang Saya bagikan kebanyakan berisi promosi dan jualan. Hehe… ✌

Pertanyaannya, kenapa Saya melakukannya?

Inilah yang Saya sebut: EXTREME LIST BUILDING.

Kita harus sadar, bahwa tujuan utama membangun list adalah untuk make more money.

Sekali lagi: MAKE MORE MONEY.

(Tolong Anda garisbawahi dan selalu ingat)

Dimanapun Anda membangunnya, entah BBM, LINE@, WA, Telegram, Facebook, atau Email, silakan sesuaikan dengan jenis produk dan behaviour market Anda.

Saya pribadi banyak bertemu dan ngobrol dengan master2 list building baik di dalam maupun luar negeri. Mereka semua sepakat, bahwa membangun list bertujuan untuk make more money. Makin paham?

Lanjutkan…

Sebagian dari Anda mungkin tak penasaran dan bertanya, “Kata kang Dewa kita harus sharing2 dulu baru selling… tapi kok jualan mulu?”

Jawab: Yes.. Itu hanya uslub (baca: cara) dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu make more money. Tapi tidak harus saklek begitu. Sekali lagi, cara boleh fleksibel, tujuan utama harus kaku.

Jadi…

Anda sangat diperbolehkan untuk langsung jualan, jika memang Anda sudah merasa bahwa market sudah siap menyerap produk Anda.

Kapan?

Ketika sudah tercipta “trust” antara Anda dan mereka. Ingat, trust adalah kunci dari segala penjualan. Berjualan tanpa tercipta trust hanya akan mendatangkan penolakan dan kegagalan.

Dalam keberjalanannya, Saya menemukan masih banyak orang salah mindset dalam membangun list ini. Diantaranya:

1. List building tidak penting

2. List building buang-buang waktu

3. List building gak menghasilkan

Yuk kita bahas satu per satu…

Pertama, List Building itu Tidak Penting

Orang seperti ini biasanya menganggap bahwa satu2nya goal dalam bisnis mereka adalah omset, omset, dan omset. Pokoknya, segala sesuatu yang dilakukan harus ngefek ke omset. Kalau enggak, mending gak usah dilakuin.

Prinsip tersebut bagus, tapi mesti sedikit direvisi…

Misalkan, ketika ngiklan. Orang yang bermindset seperti ini biasanya ngiklan untuk kepentingan naikin sales aja. Padahal, fesbuk sendiri jelas2 menyediakan objektif iklan yang berbeda2, disesuaikan dengan goalnya.

Contoh, saat Anda ingin membangun list berupa custom audience dari video, tentu dalam campaign tersebut tidak langsung berujung pada sales, karena tujuan utamanya adalah nabung viewers (get video views). Dan ini termasuk list. Maka copywriting yang dibuat sedemikian rupa agar banyak orang nonton video tersebut. Kebayang?

Atau, saat Anda ingin membangun list berupa email, tentu dalam campaign yang Anda iklankan tidak harus menggunakan call to action untuk beli produk Anda, tapi bisa jadi berupa perintah memasukkan nama dan email mereka di halaman tertentu yang sudah Anda buat.

Jadi, membangun list sangatlah penting. Bukan untuk meningkatkan omset penjualan saat ini aja, melainkan untuk kepentingan jangka panjang di masa yang akan datang.

Kedua, List Building Buang-Buang Waktu.

Biasanya, orang kaya begini mentalnya super instan. Segala sesuatunya ingin diraih cepat. Gak mau nikmatin proses. Padahal, tidak ada kesuksesan yang diraih dengan cepat, kecuali membutuhkan pengorbanan.

Dalam hal ini, pengorbanan yang kita lakukan adalah waktu. Maka dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam menjalin hubungan dengan list yang Anda bangun.

Anda harus memberikan mereka value, value, dan value, disamping tentunya: jualan.

Bagaimana komposisi yang ideal?

Terserah Anda. Setiap orang pasti berbeda-beda dalam menentukan kapan giving value dan kapan jualan. Saya pribadi, kalau Anda subscribe di email Saya, maka Saya akan melakukannya berbarengan: giving value sambil jualan.

Kenapa?

Percayalah, list Anda akan suka menerima konten GRATISAN. Sialnya, mereka kerapkali tidak suka ketika Anda terus jualan, KECUALI Anda sudah mensetting otak mereka dari awal, seperti ketika Saya membuat channel ini.

Jadi, membangun list memang membutuhkan waktu lama. Tapi, sejatinya Anda sedang menabung sesuatu yang sangat berharga dan bisa nikmati hasilnya kapanpun Anda mau.

Ingin jualan laris manis? Ya bangun list…

Ingin launching langsung laris? Ya bangun list…

Ketiga, List building Gak Menghasilkan.

Anggapan ini jelas-jelas amat sangat salah. Membangun list justru sangat menghasilkan, dan telah Saya buktikan.

Saat menjual produk affiliate misalnya. Saya pribadi mengukur konversi email Saya setiap kali jualan. Minimal, kalau Saya ngeblast ke email Saya, maka 100 sales pasti dapat (walaupun cuma 1-2x blast). Alhamdulillah.

Saat menjual buku baru misalnya. Saya pribadi akan mendapatkan minimal 1000 sales ketika Saya posting promonya di grup FB JAGO JUALAN.

Atau, ketika Saya jualan jilbab. Saya akan mendapatkan minimal 300 sales ketika mempromosikannya di fanpage melalui custom audience yang Saya bangun.

…dan masih banyak lagi.

Jadi, asumsi membangun list gak menghasilkan jelas terbukti salah. Justru kalau ingin menghasilkan terus2an, maka bangunlah list dari sekarang.

Saran Saya, sekali lagi, bangunlah list dari sekarang. Jangan banyak alasan. Segera usahakan.

Namun sebelum Anda mulai membangunnya, ada satu mindset penting yang harus Anda miliki saat membangun list tersebut, yaitu:

“Kualitas List Lebih Penting daripada Kuantitasnya”

Maksudnya, list yang responsif dan mau bayar harga (produk Anda) jauh lebih penting dari list yang bermental gratisan.

Karenanya, Anda tidak perlu list yang besar untuk bisa menghasilkan uang.

Yang Anda perlukan adalah membangun list yang targeted + responsive (Dan menjaga mereka).

Ingat,

Anda harus punya market yang tertarget dan benar-benar ingin beli produk.

Mereka harus benar-benar ingin apa yang Anda jual.

List yang tidak pernah tertarik membeli produk hanyalah buang-buang waktu.

Camkan itu.

Itulah kenapa Saya menamakan ini dengan EXTREME LIST BUILDING.

Anda harus secara sadar sedang membangun list yang siap bayar. Jangan ragu untuk menawarkan produk kepada mereka. Tawarkanlah…

Lalu, muncul pertanyaan, “Bagaimana cara mendapatkan list yang benar2 berkualitas?”

Jawab: launchinglah produk sesering mungkin.

Karena saat Anda berhasil menjual, disitulah momen list building berharga ini dimulai.

Simpan daftar nama orang2 yang sudah beli produk Anda.

Save nomor WhatsApp-nya..

Simpan nomor Handphonenya…

Minta alamat Emailnya..

Masukkan mereka dalam Grup FB, WA, BBM, LINE@, atau Telegram milik Anda.

Upload nomor handphone/alamat email mereka dalam custom audience di Facebook.

Buat Lookalike-nya untuk membidik target market. Jualin lagi mereka. Bangun list lagi. Lakukan hal serupa.

…dan seterusnya

Bangunlah hubungan baik dengan mereka. Dan ketika launching produk terbaru tiba, DHUARR!!! Bersiap2lah dengan angka penjualan yang cukup membahagiakan. InsyaAllah… Aamiin.

So, jadilah pebisnis yang punya list. Dan bangunlah relationship yang bagus. InsyaAllah, omsetnya pun bakal bagus.

P.S.

Masih ingatkah Anda, ilmu terbaik bukan hanya dipelajari, tapi juga dipraktikkan… Dan ilmu yang bermanfaat bukan hanya dipraktikkan, tapi juga disebarkan…

Share!

Semoga bermanfaat ya. 😊

Posted in Internet and tagged , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *