7 KR – Sepasang Bidadari (Sesi 1)

7KR - Sepasang Bidadari

Di pertemuan pertama kita mengenai keajaiban kedua, yaitu Sepasang Bidadari, saya akan menjelaskan mengenai “Pecundang vs Pemenang”.

Ada seorang anak yang dianggap pecundang oleh lingkungan di sekitarnya. Sejak kecil ia sudah sakit-sakitan. Bahkan pernah tidak masuk sekolah selama 1 bulan karena sakit. Saat SMA, kondisi fisiknya masih sangat lemah. Ia juga termasuk anak paling bodoh untuk mata pelajaran Bahasa Inggris saat SMP. Ia minder dan kuper. Ia tidak berani tampil di depan kelas. Keluarganya pun pas-pasan Tinggal dirumah kontrakan di Dumai. Ketika ia merantau kuliah, ayahnya meninggal. Agar bisa bertahan hidup, ia berjualan makanan setiap hari dari pukul 6 sore sampai 12 malam.

Begitu beranjak remaja dan dewasa, barulah ia menyadari kelemahan dirinya. Ia pun berniat, berhasrat, dan bertekad untuk berubah menjadi pemenang. Berkat pertolongan Yang Maha Kuasa melalui Sepasang Bidadari, ia berhasil mengubah nasibnya. Ia semakin sehat, bahkan paling jarang sakit dibanding teman dan saudaranya. Siapa sangka, ia sempat jadi penerjemah untuk proyek PBB, dosen untuk kelas internasional, dan pengarang lagu dengan lirik bahasa Inggris. Ia bahkan menjadi pembicara nasional dan internasional. Kini, ia memiliki beberapa bisnis besar. Teman-temannya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di sejumlah negara.

Sebagian dari Anda mungkin bisa menebak. Yah, dialah Ippho Santosa. Apa yang diinginkan Mas Ippho melalui kejadian tersebut? Ia ingin menyadarkan kita semua bahwa menjadi pemenang adalah hak siapa saja. Tidak jadi soal apakah dulunya kita lemah, bodoh, minder, kuper, berasal dari keluarga miskin, atau apapun. Karena bagi Yang Maha Kuasa, tidak ada yang mustahil. Apalagi kalau Sepasang Bidadari sudah turut menyertai. Jadi, siapakah Sepasang Bidadari itu? Bersabarlah, tidak lama lagi Anda akan mengetahuinya.

Posted in Motivasi and tagged , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *