7 KR – Sepasang Bidadari (Sesi 2)

Doa vs LOA

Saya yakin, kebanyakan dari Anda sudah pernah mendengar tentang Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction), di Fisika ada juga Aksi-Reaksi. Supaya mudah, sebut saja LOA. Intinya kurang-lebih seperti ini: apa yang Anda pikirkan, itulah yang semesta berikan. Boleh juga dikatakan, pikira Anda-lah yang menarik segala sesuatu itu terjadi. Thoughts become things. Sema itu terjadi atas izin Yang Maha Kuasa. Bukankah Dia itu sesuai dengan persangkaan hamba-Nya?

Nah, LOA itu punya hukum tersendiri. Berikut beberapa hukum LOA yang tersembunyi selama ini.

  • Tahukah Anda, doa itu terkait erat dengan LOA? Ya, keduanya saling menguatkan satu sama lain.
  • Tahukah Anda, pada hakikatnya doa, impian, dan harapan kurang-lebih sama saja? Yaitu sesuatu yang ingin Anda wujudkan.
  • Tahukah Anda, terdapat satu buhul (ikatan) yang menghubungkan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda? Sehingga mau tidak mau, buhul ini memengaruhi terwujud atau tidaknya impian Anda.
  • Tahukah Anda, begitu impian orang-orang di sekitar Anda selaras dengan impian Anda, berarti impian tersebut menjadi lebih ‘bersayap’. Di mana impian Anda akan lebih cepat terwujud. Sangat cepat!
  • Tahukah Anda, pikiran yang kosong itu gampang kesambet? Maksudnya, pikiran yang kosong mudah dikalahkan oleh pikiran yang berisi. Pikiran yang lemah mudah dikalahkan oleh pikiran yang kuat. Pikiran yang ragu-ragu mudah dikalahkan oleh pikiran yang yakin.
  • Gabungan antara adab doa dan hukum LOA membuat impian Anda terwujud dalam waktu yang jauh lebih cepat! Jadi, gabungan keduanya, bukan salah satunya.
  • Stephen Covey pernah berwasiat, “Sesuau yang tidak bisa Anda kendalikan, maka lupakan saja”. Menurut Mas Ippho, ini kurang tepat. Yang sesungguhnya, segala sesuatu masih bisa Anda ‘kendalikan’ dengan doa, zikir, dan sejenisnya.
Posted in Motivasi and tagged , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *