Strategi Belajar Terbaik

Jika Anda adalah orang yang sering menonton DVD motivasi, mendengar audiobook, atau mengikuti seminar, namun belum juga mendapatkan “efek” dari apa yang diikuti, mungkin cara belajar Anda yang tidak tepat. Ya, cara belajar yang tepat tentu memengaruhi kesuksesan Anda. Beda cara belajar, beda ilmu yang diperolah. Nah, bagaimana cara belajar terbaik supaya kita bisa mendapatkan manfaatnya? Berikut saya akan sharing “Strategi Belajar Terbaik” dari Yehezkiel Zebua.

1. Pelajari Berulang-ulang

Iya betul, Berulang-ulang. Itulah perbedaan signifikan yang saya lihat dari orang-orang berhasil yang saya temui. Itu sebabnya saya kalau membaca buku, bisa saya ulang berkali-kali. Kalau nonton DVD, saya ulangi terus berulang kali. Ikut seminar juga sama.. Ada seminar yang saya ikuti bahkan puluhan kali. Padahal isinya saya juga udah tahu semua, sudah hafal malah. Si pembicaranya batuk di pembahasan mana saja, saya tahu hehe.

Lalu tujuannya melakukan pengulangan apa?

Supaya Ilmu yang kita dapat bukan hanya kulit-kulitnya saja, tapi secara utuh kita bisa dapat semua. Terkadang kalau baca buku pertama kali, mungkin ilmu yang saya dapatkan hanya 20%. Pas baca ulang, eh dapat ilmu lagi. Pas dibaca ketiga kali, baru paham, mengapa si penulis melakukan ini dan itu. Pas baca keempat kali, mulai mengerti cara bermainnya secara keseluruhan. Akhirnya pas praktek tidak perlu nabrak ini-itu lagi hehe.

Ada satu poin penting, “Tidak Mungkin Kita Bisa semua pembelajaran dengan cara mempelajarinya hanya satu Kali”. Kalau itu terjadi, harusnya semua orang yang pernah sekolah udah pinter, semua orang yang pernah ke rumah ibadah udah pada tobat,, hehe.

Pengulangan adalah Ibu dari Segala Keterampilan – Tony Robbins

2. Setelah itu, Catat Semua Poin yang ada di pelajaran tersebut

Saya adalah orang yang suka buat catatan. Kalau ikut seminar atau training di hotel, pasti minta tambah kertas. Ada beberapa teman saya yang sukanya merekam, atau sekedar foto. Tapi menurut saya Mencatat adalah satu-satunya Aktivitas terbaik dalam memasukan ilmu ke otak.

Mengapa?

Sebelum mencatat, telinga kita akan mendengar informasi dan memasukannya ke otak. Setelah itu otak akan memerintahkan tangan untuk menulis informasi tersebut. Kemudian mata akan memeriksa apakah tulisan kita sudah betul atau belum. Hasil pemeriksaannya diinformasikan kepada otak.

Nah, berapa kali tuh ilmunya bolak-balik masuk otak kalau kita mencatat. Apalagi kalau kita mencatatnya dengan Pola Mindmap, maka akan lebih efektif lagi pembelajaran kita.

3. Setelah itu Atur Strategi

Biasanya setelah saya belajar dan catatan saya penuh, ketika pulang saya buka lagi catatan saya. Saya buat plan, bagaimana caranya supaya SEMUA… Ya betul, SEMUA ini bisa saya praktekkan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Hal kecil apa yang harus saya lakukan segera? Long-term nya saya mau mencapai goal seperti apa? Apa lagi yang harus dimaksimalkan supaya SEMUA ini bisa tercapai?

Itu terus saya pikirkan. Ibaratnya kalau Ilmu itu Jeruk, saya Peras habis-habisan, supaya dapat manfaat maksimal.

Yang membedakan orang yang berhasil atau tidak setelah mempelajari ilmu yang sama adalah proses “pemerasan” ilmu tersebut.

4. Yang Terakhir, Action Gila-gilaan

Selama tidak melanggar hukum agama dan hukum negara, Apapun yang saya pelajari akan saya praktekkan habis-habisan.

Sampai kapan?

Sampai ilmu tersebut otomatis saya praktekkan tanpa perlu saya ingatkan diri saya untuk melakukan hal itu. Itu berarti Ilmu tersebut sudah menyatu dengan saya. Bukan hanya sekedar informasi, tetapi sudah menjadi habit (kebiasaan).

Nah sampai disini yang saya suka, kalau ilmu sudah jadi habit, tidak ada satupun yang bisa mencurinya dari kita. Bahkan kita sendiri pun sulit untuk membuangnya.

Kalau semua orang memiliki pola belajar seperti ini, saya yakin kita akan cepat berhasil.

Yap, sudah tahu kan strategi belajarnya? Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar.

Similar Posts

  • Uang adalah Ide

    “Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian…

  • Uang, Hamba atau Tuhan?

    Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Apa kabar? Sudah seminggu sejak Idul Adha 2017/1438 H telah berlalu. Semoga kita semua berada dalam keadaan sehat dan baik. Aamiin. Saya melihat salah satu artikel menarik yang ditulis oleh Mas Yehezkiel mengenai uang. Dia membahas mengenai sifat uang yang tidak netral. Apa maksudnya? Uang tidak netral. Ia akan mengisi posisi…

  • 7 KR – Golongan Kanan (Sesi 1)

    Matematika Tuhan Amatlah sukar memahami rezeki dengan otak kiri. Yah, ditilik dari sisi manapun, semuanya tampak serba tak masuk akal. Coba hitung satu per satu, berapa pengeluaran Anda setiap bulannya. Coba hitung juga, berapa pendapatan Anda setiap bulannya. Apakah pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan? Dan cara hidup seperti ini bisa saja sudah berlangsung lama….

  • 22 Perbedaan Orang Kaya Dan Orang Miskin (part. 2)

    Ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya… 22 Perbedaan Orang Kaya Dan Orang Miskin (part. 1) Perbedaan orang kaya dan orang miskin adalah: 12. Orang kaya bersedia untuk mempromosikan diri mereka dan nilai-nilai mereka, orang miskin berpikir negatif tentang penjualan dan promosi Percaya atau tidak, mayoritas orang-orang kaya di dunia adalah penjual yang handal. Contohnya adalah…

  • Bangkit dari Kegagalan Merupakan Hal yang Luar Biasa

    Mari bersikap realistis, semua fase dalam hidup pasti pernah mengalami kegagalan, termasuk dalam dunia bisnis. Meskipun hal ini tetap ditakuti, penting bagi Anda untuk memahami bahwa gagal merupakan hal umum dan wajar yang sering terjadi pada pelaku usaha. Bahkan, orang-orang yang telah sukses pun paling banyak mengalami kegagalan dalam perjalanan dalam mengembangkan bisnisnya. Namun, mereka…

  • 7 KR – Golongan Kanan (Sesi 5)

    Bertindak Cara Kiri Berikut ini sedikit catatan tentang otak kiri: Kalan Anda merancang impian pakai otak kiri, yah susah. Pasti sekedar-sekedar saja impiannya. Kalan Anda menjajal inovasi pakai otak kiri, yah susah. Pasti itu-itu saja jawabannya. Kalau Anda bersedekah pakaiotak kiri, yah susah. Pasti segitu-gitu saja jumlahnya. Kalau Anda membuka usaha pakai otak kiri, yah…