Uang adalah Ide

meirizal-com-uangide

“Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Secara kesimpulan, uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.”

Demikianlah definisi uang menurut website terkenal, Wikipedia. Pengertian uang tersebut adalah secara umum dikenal di masyarakat. Namun, tahukah Anda, bahwa makna uang bagi seorang Entrepreneur tidak hanya berfungi sebagai alat pembayaran. Uang adalah sebuah ide, itulah makna uang bagi seorang Entrepreneur. Apa maksudnya?

Jika Anda pergi ke luar negeri, misalnya Dubai. Ketika bertemu dengan warga Dubai dan Anda memberi mereka 1 juta rupiah, insya Allah mereka tidak akan menerima. Kenapa? Karena mereka tidak punya ide terhadap uang tersebut. Nah, itu berarti uang Rupiah Anda tidak ada artinya bahkan bila digunakan untuk berbelanja, kecuali bila ditukar terlebih dahulu.

Contoh favorit saya tentang uang adalah sebuah ide, adalah cerita tentang BH..!! Ini adalah cerita yang saya dengarkan ketika mengikuti seminar Financial Revolution dari TDW. Ketika di dalam seminar pak Tung bertanya kepada peserta berapa harga BH obralan. Ada yang jawab Rp 3000,- katakan dibulatkan menjadi Rp 10.000,- (karena yang Rp 3000,- mungkin talinya kendur dan gampang lepas). Kemudian semisal BH tersebut dipakai oleh Pamela Anderson (Bintang film sexy dari Bay Watch) selama 10 menit, lalu BH tersebut dilelang.

Apa yang terjadi? Ternyata BH tersebut harganya melonjak menjadi 10 juta bahkan 100 juta rupiah. Inilah yang namanya uang adalah sebuah ide. Dan ide datangnya dari benda diantara 2 telinga kita (tapi bukan hidung) yaitu otak. Ide ini diproduksi dengan cara berpikir dan berpikir adalah gratis. Nah, karena berpikir adalah gratis, sebaiknya kita berpikir besar.

Banyak orang mengatakan bahwa berpikirlah secara realistis. Menurut saya itu tidak selamanya tepat. Hari ini adalah milik orang-orang yang tadinya dianggap tidak realistis, seperti terbang dengan pesawat, handphone, tenaga nuklir, TV begitu tipisnya sehingga bisa digulung, kaca yang bisa membersihkan sendiri, perpustakaan yang ada di dalam kacamata, belajar sambil tidur. Masa depan adalah milik orang-orang yang hari ini memiliki goal yang dianggap tidak realistis. Goal kita boleh tidak masuk akal tapi rencananya harus masuk akal. Salah satu rencana yang masuk akal adalah kita mempunyai pembimbing yang sudah mencapai apa yang diinginkan atau yang mendekati apa yang kita inginkan.

Seperti yang diceritakan oleh Prof. Yohanes Surya, Phd (ahli fisika), bahwa sejak tahun 1961-2004, semua pemenang nobel fisika adalah murid dari pemenang nobel fisika. Seperti orang belajar main piano, mereka bisa belajar sendiri tapi sangat lama dan menggunakan jari sebelas (dua telunjuk). Tapi jika mereka mencurahkan uang dan waktu untuk masuk kelas dengan seorang pengajar yang sudah bisa main piano, maka mereka akan belajar lebih cepat dan akhirnya bisa memainkan piano dengan baik.

Apabila kita ingin kaya, kita harus masuk kelas (seminar/workshop), mencurahkan uang dan waktu, serta konsentrasi untuk belajar dari orang yang sudah melakukan. Ini akan mempercepat kesuksesan kita, daripada coba-coba sendiri.

“Belajar dari kesalahan sendiri memang baik. Namun, belajar dari kesalahan orang lain jauh lebih baik.”

Posted in Motivasi and tagged , , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *