Apakah Saya Harus Memikirkan Investasi?

Sebagai orang yang telah bekerja maupun baru mulai bekerja tentunya sebuah motivasi utama dalam bekerja adalah dikarenakan sebuah kebutuhan. Kebutuhan apakah itu? Bila ditanyakan kepada banyak orang dan kita juga bisa membuat survey kecil-kecilan maka akan muncul beberapa jawaban yaitu: mencari nafkah, mencari pengalaman, memperkaya pengetahuan, membuka relasi dan masih banyak lagi.

Hal utama orang akan bekerja karena mencari nafkah, apakah Anda juga sependapat? Ya, kebutuhan hidup adalah sebuah hal yang perlu dipenuhi dan semua itu membutuhkan uang, oleh karena itulah mengapa mencari nafkah menjadi peringkat teratas dalam alasan seseorang bekerja.

Ketika seseorang katakanlah menghasilkan 1 juta rupiah atas hasil kerjanya, bila dia menghabiskan hanya 500 ribu rupiah sebagai kebutuhan hidupnya, maka orang tersebut masih memiliki uang sebesar 500 ribu yang tersisa. Bila dari hari ke hari terjadi seperti itu maka semakin banyak sisa uang yang dimiliki.

Apa yang akan dilakukan dengan sisa uang itu? Ya, pada umumnya dijadikan sebuah simpanan masa depan, misalnya untuk kebutuhan masa depan seperti biaya menikah, biaya sekolah anak hingga yang terakhir adalah biaya masa pensiun ketika tidak lagi bekerja.

Mari kita berhitung dengan angka realistis yang terjadi dimasyarakat saat ini. Berapakah biaya yang dibutuhkan seseorang untuk menikah? Pada kota besar setidaknya biaya sebesar Rp 100.000.000 adalah sebuah angka yang sangat umum untuk biaya sebuah pernikahan.

Lalu, bila kita juga merealistiskan sebuah pendapatan dari seseorang yang bekerja, maka katakanlah nilai pendapatan gaji sebesar Rp 5.000.000, maka untuk biaya hidup sehari-hari misalnya dalam sebulan adalah Rp 3.000.000, sehingga terdapat uang untuk ditabung dari selisihnya yaitu sebesar Rp 2.000.000.

Diperlukan 50 bulan untuk seorang pria menabung dan menikah dengan besar tabungan sebesar Rp 2.000.000. Apakah setelah menikah tidak akan memerlukan kebutuhan lainnya? Tempat tinggal, biaya persalinan, dan lain sebagainya?

Bila seseorang menghitung dengan seksama, bisa jadi akan muncul kengerian atau ketakutan tersendiri untuk bisa melanjutkan hidup ke jenjang yang lebih tinggi!

Di dunia ini terdapat sebuah keajaiban yang dikenal sebagai keajaiban dunia ke 8 menurut pakar fisika modern yaitu Albert Einstein. Dimanakah keajaiban dunia ke 8? Bukankah kita semua hanya mengenal sampai dengan keajaiban dunia ke 7?

Keajaiban dunia ke 8 dikenal dengan keajaiban bunga majemuk atau bunga berbunga. Bila kita menabungkan uang sebesar Rp 1.000.000 selama 10 bulan maka kita akan tetap memiliki uang sebesar Rp 1.000.000.
Sedangkan ketika kita memasukkan komponen bunga berbunga dengan menabung Rp 1.000.000 selama 10 bulan serta berbunga 10% setiap bulan maka kita akan mendapatkan tambahan Rp 100.000 setiap bulannya sehingga akan menjadi Rp 2.000.000 dalam 10 bulan.

Namun bila kita melakukan bunga berlipat atau bunga berbunga yang dikenal dengan compounding, maka akan terjadi sebagai berikut:

– Bulan 1 : Rp 1.000.000 + 10% = Rp 1.100.000
– Bulan 2 : Rp 1.100.000 + 10% = Rp 1.210.000
– Bulan 3 : Rp 1.210.000 + 10% = Rp 1.331.000
– Bulan 4 : Rp 1.331.000 + 10% = Rp 1.464.100
– Bulan 5 : Rp 1.464.100 + 10% = Rp 1.610.510
– Bulan 6 : Rp 1.610.510 + 10% = Rp 1.771.561
– Bulan 7 : Rp 1.771.561+ 10% = Rp 1.948.717,1
– Bulan 8 : Rp 1.948.717,1+ 10% = Rp 2.143.588,81
– Bulan 9 : Rp 2.143.588,81+ 10% = Rp 2.357.947,69
– Bulan 10 : Rp 2.357.947,69+ 10% = Rp 2.593.742,46

Terjadi sebuah hal yang menarik dengan mempertimbangkan unsur bunga berbunga dalam sebuah permainan angka bukan?
Untuk bisa mencapai sebuah tujuan dimasa yang akan datang maka sebuah jawaban yang bisa memberikan hasil lebih maksimal adalah bukan dengan sebuah skema menyimpan kelebihan uang, namun dengan mengembangbiakkannya.

Tempat dimana kita bisa mengembangbiakkan uang adalah dengan menabung dan yang memiliki potensi jauh lebih besar dikenal dengan menginvestasikan uang.

Dengan menginvestasikan uang pada pasar modal kita memiliki potensi besar untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat. Investasi pada pasar modal salah satunya adalah dengan berinvestasi pada reksa dana. Dalam kurun waktu 2005 sampai dengan tahun 2015 yaitu 10 tahun, reksa dana saham di Indonesia secara rata-rata hasil investasi reksa dana di masa tersebut mampu mencapai 500%!
Sehingga sangat jauh dibandingkan dengan menabung yang hanya bisa memberikan hasil sebesar 3-5% selama 1 tahun.

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai bagaimana memiliki sebuah investasi yang tepat dan baik bagi setiap orang, maka diperlukan sebuah langkah awal, apa itu? Tentukanlah sebuah rencana mengenai apa saja yang ingin dipenuhi dimasa yang akan datang, kapan dan berapa besarnya.

Similar Posts

  • Daftar Investasi yang Tidak Terdaftar di OJK

    Dijaman yang sulit seperti ini, dimana kondisi ekonomi dalam negeri dan global sedang melemah, masih banyak orang yang mencoba mencari keuntungan dengan cara menipu masyarakat. Membuka program investasi, memperkenalkan pada orang lain melalui seminar/workshop, kemudian menghimpun dana masyarakat, dan membawa lari uang mereka. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap berbagai tawaran…

  • |

    Investasi ala Joe Hartanto

    Siapa yang tidak kenal Joe Hartanto? Seorang Entrepreneur dan Investor di bidang Properti. Saya juga belajar dari seorang Joe Hartanto. Beliau sering mengadakan seminar bertema “Property Cash Machine” yang selalu dihadiri banyak orang meski harganya puluhan juta. Dalam seminarnya, beliau mengajarkan kita bagaimana caranya menjadi investor properti. Nah, kali ini pak Joe Hartanto bercerita tentang…

  • Serba-serbi Brexit

    Bagi Anda yang akhir-akhir ini sering mendengar istilah “Brexit”, pasti sedang bertanya-tanya. Apa maksud dari Brexit? Nah, tulisan kali ini akan membahas mengenai “Brexit”. Apa itu Brexit? Apa dampaknya bagi Kita? Apa yang harus kita lakukan? Mari kita bahas.

  • Belajar Saham (Buka Akun Syariah)

    Saham Syariah Apakah hukum investasi saham di pasar modal? Inilah pertanyaan yang sering timbul di benak kaum Muslim mengenai investasi atau trading saham di pasar modal. Dalam menjawab pertanyaan ini, kita dapat merujuk pada fatwa DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia). DSN MUI mengeluarkan beberapa fatwa terkait pasar modal, diantaranya fatwa tentang Reksadana Syariah,…

  • Investasi Online

    Kemajuan di era digital seperti saat ini memang memberi dampak yang sangat besar dan dapat dirasakan dengan jelas, manfaat maupun kerugiannya. Begitu juga dalam hal produk investasi. Jika dulu kita hanya mengenal investasi dalam bidang properti (tanah, rumah kos, ruko) dan investasi logam mulia (emas dan perak), kali ini pilihan investasi menjadi lebih beragam.