Reksadana (Part 2)

Ini adalah lanjutan dari artikel Reksadana bagian 1.

Bentuk Hukum Reksadana

Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni:

  1. Reksa Dana berbentuk Perseroan (PT. Reksa Dana)
    suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu jenis usaha pengelolaan portofolio investasi.
  2. Kontrak Investasi Kolektif
    Dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga mengikat pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak ini Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio efek dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi investasi.

Lanjutkan membaca

Reksadana (Part 1)

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sesuai dengan slogan kami, Portal Bisnis, Investasi, Motivasi Indonesia, maka kali ini akan dibahas mengenai reksadana. Ditahun 2017, OJK dan BEI sedang gencar melakukan inklusi keuangan melalui program “Nabung Saham” serta beberapa seminar keuangan lainnya. Pembahasan mengenai pengenalan reksadana cukup panjang. Jadi, postingan ini akan dibagi dalam beberapa bagian.

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.Lanjutkan membaca

Investasi Online

meirizal_investasi-online

Kemajuan di era digital seperti saat ini memang memberi dampak yang sangat besar dan dapat dirasakan dengan jelas, manfaat maupun kerugiannya. Begitu juga dalam hal produk investasi. Jika dulu kita hanya mengenal investasi dalam bidang properti (tanah, rumah kos, ruko) dan investasi logam mulia (emas dan perak), kali ini pilihan investasi menjadi lebih beragam.Lanjutkan membaca

Tipe-tipe Investor

Salah satu cara untuk mendapatkan tambahan penghasilan tanpa harus bekerja adalah dengan melakukan investasi. Investasi tersebut dapat melalui tabungan berjangka, logam mulia, atau properti. Seseorang yang berinvestasi disebut investor. Berinvestasi bukanlah sekedar menanamkan modal untuk mendapatkan profit dalam jangka waktu tertentu. Namun, perlu perhitungan yang matang terkait dengan beberapa hal, misalnya jumlah uang yang akan diinvestasikan, lama waktu investasi, dan tujuan melakukan investasi.

Jangka waktu investasi umumnya dibagi 3, yaitu jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Jangka pendek berlangsung dibawah 1 tahun, jangka menengah 1-5 tahun, jangka panjang di atas 5 tahun. Seorang investor pun tentu memiliki pilihan waktu yang berbeda. Nah, sebelum memutuskan untuk menginvestasikan uang pada produk yang Anda pilih, coba kenali dulu tiga karakter investor berikut ini. Hal ini akan memudahkan dalam memilih produk investasi yang tepat dalam mewujudkan rencana keuangan Anda.Lanjutkan membaca

Apakah Saya Harus Memikirkan Investasi?

Sebagai orang yang telah bekerja maupun baru mulai bekerja tentunya sebuah motivasi utama dalam bekerja adalah dikarenakan sebuah kebutuhan. Kebutuhan apakah itu? Bila ditanyakan kepada banyak orang dan kita juga bisa membuat survey kecil-kecilan maka akan muncul beberapa jawaban yaitu: mencari nafkah, mencari pengalaman, memperkaya pengetahuan, membuka relasi dan masih banyak lagi.

Hal utama orang akan bekerja karena mencari nafkah, apakah Anda juga sependapat? Ya, kebutuhan hidup adalah sebuah hal yang perlu dipenuhi dan semua itu membutuhkan uang, oleh karena itulah mengapa mencari nafkah menjadi peringkat teratas dalam alasan seseorang bekerja.Lanjutkan membaca